PENGERTIAN TENTANG ARTI ILMU BUDAYA DASAR
DAN TUJUANNYA
A.PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR
Ilmu budaya dasar adalah pengetahuan yang
diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang
langkah-langkah yang dikembangkan menjadi masalah manusia dan kebudayaan.
Ilmu budaya dasar dikembangkan di neara
indonesia sebgai penganti istilah “ Basic Humanities” dan beristilah
‘Humanities yang artinya manusia yang berbudaya dan halus, kalau manusia
mempelajari “Humanities” manusia akan lebih mulia/manusiawi. bahkan sadar tak
sardar malaikat mengakui kemulian ( terdapat didalam al-quran).
Untuk mengetahui ilmu budaya dasar sebagai
kelompok ilmu penetahyan oleh Prof.Dr.Harsya Bachtiar yang mengatakan bahwa
ilmu dan pengetahuan dikelompokkan menjadi 3(tiga), yaitu :
1. 1.
Ilmu-ilmu Alamiah ( natural science )
Ilmu yang bertujuan
mengetahui keteraturan hukum yang terdapat di alam semesta ini, ilmu ini
menentukan analisis yang digeneralisasikan untuk mencari prediksi. Ilmu
ini tidak mungkin 100% benar dan 100% salah, kelompok ilmu alamiah yaitu :
astronomi,fisika,kimia,biologi,kedokteran dan mekanik
1. 2.
Ilmu-ilmu Social ( social science )
Ilmu yangmempelajari
interaksi/hubungan antara manusia. Dan ilmu ini tidak mungkin 100% benar, hampir
mendekati kebenarannya,kelompok ilmu sosiologi yaitu :
sosiologi,politik,demografi,psikologi,antropologi sosial,sosiologi hukum.
1. 3.
Pengetahuan budaya (the humanities)
Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami
dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. dalam hal ini,
metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pernyatan-pernyataan yang
bersifat unik diunakan dan kemudian diberi arti. Pada umumnya semua itu
terdapat tulisan-tulisan dan tidak ad sangkut pautnya dengan metode yang
bersifat ilmiah
B. TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR
Tujuan
belajar ilmu budaya dasar untuk membentuk pola pemikiran manusia lebih kritis
dalam suatu permasalahan dan melatih cara berkomunikasi antar satu sama lain.
Di samping itu bisa membangun mahasiswa agar menjadi calom pemimpin bangsa dan
negara yang di siplin dan menjunjung nilai-nilai kebudayaan negaranya sendiri.
Ilmu budaya dasar
bertujuan untuk mengenal dirinya sendiri lebih dalam maupun orang lain yang ia
kenal luarnya saja
§ Mengenal perilaku diri sendiri maupun perilaku
orang lain
§ Untuk pergaulan hidup dimasyarakat luas
§ Tidak terjerumus ke sifat-sifat kedaerahan dan
sifat-sifat kekotaan
§ Memiliku pemikiran dan penglihatan yang jelas
serta yang mendasar serta menghargai budaya yang ada disekitarnya dan ikut
melestarikan budaya nenek moyang leluhur kita
§ Peka terhadap masalah-masalah pemikiran
perasaan serta prilaku dan ketentuan manusia yang diciptakannya.
Diharapkan seseorang yang mempelajari ilmu
budaya dasar ini dapat membangun minat dan kebiasaan tentang sesuatu yang
terjadi sekitar lingkunannya dan dimana saja, menelan apa yang ia kerjakaan dan
mengapa ia lakukan. Dan harapan orang yang mempelajari ini dapat memiliki
keberanian moral untuk mempertanggung jawabkan nilai-nilai yang ia pertahankan
dan dapat menerimanya.
Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Berbagai aspek kehidupan mansusia merupakan seluruh ungakapan
masalah kemanusiaan dan budaya dang didekati menggunakan pengetahuan budaya
(the humanities). Hakekat manusia yang satu atau universal, tetapi yang
beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
Perwujudan Kebudayaan
Beberapa ilmuwan seperti Talcott Parson
(Sosiolog) dan Al Kroeber (Antropolog) menganjurkan untuk membedakan wujud
kebudayaan secara tajam sebagai suatu sistem. Di mana wujud kebudayaan itu
adalah sebagai suatu rangkaian tindakan dan aktivitas manusia yang berpola.
Demikian pula J.J. Hogmann dalam bukunya The World of Man (1959) membagi budaya
dalam tiga wujud, yaitu : ideas, activities, and artifact. Sejalan dengan
pikiran para ahli tersebut, Koentjaraningrat mengemukakan bahwa kebudayaan itu
dibagi atau digolongkan dalam tiga wujud, yaitu :
1) Wujud sebagai suatu kompleks dari
ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, dan peraturan.
Wujud tersebut menunjukkan wujud ide dari
kebudayaan, sifatnya abstrak, tak dapat diraba, dipegang, ataupun difoto, dan
tempatnya ada di alam pikiran warga masyarakat di mana kebudayaan yang
bersangkutan itu hidup. Kebudayaan ideal ini disebut pula tata kelakuan, hal
ini menunjukkan bahwa budaya ideal mempunyai fungsi mengatur, mengendalikan,
dan memberi arah kepada tindakan, kelakuan dan perbuatan manusia dalam
masyarakat sebagai sopan santun. Kebudayaan ideal ini dapat disebut adat atau
adat istiadat, yang sekarang banyak disimpan dalam arsip, tape recorder,
komputer.
Kesimpulannya, budaya ideal ini adalah
merupakan perwujudan dan kebudayaan yang bersifat abstrak.
2) Wujud kebudayaan sebagai suatu komplek
aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.
Wujud tersebut dinamakan sistem sosial,
karena rnenyangkut tindakan dan kelakuan berpola dari manusia itu sendiri.
Wujud ini bisa diobservasi, difoto dan didokumentasikan karena dalam sistem
sosial ini terdapat aktivitas-- aktivitas manusia yang berinteraksi dan
berhubungan serta
bergaul satu dengan lainnya dalam
masyarakat. Lebih jelasnya tampak dalam bentuk perilaku dan bahasa pada saat
mereka berinteraksi dalam pergaulan hidup sehari-hari di masyarakat.
Kesimpulannya, sistem sosial ini merupakan
perwujudan kebudayaan yang bersifat konkret, dalam bentuk perilaku dan bahasa.
3) Wujud kebudayaan sebagai benda-benda
hasil karya manusia.
Wujud yang terakhir ini disebut pula
kebudayaan fisik. Dimana wujud budaya ini hampir seluruhnya merupakan hasil
fisik (aktivitas perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat). Sifatnya
paling konkret dan berupa benda-- benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat
dan difoto yang berujud besar ataupun kecil.
Contohnya : candi Borobudur (besar), baju,
dan jarum jahit (kecil), teknik bangunan Misalnya cara pembuatan tembok dengan
pondasi rumah yang berbeda bergantung pada kondisi.
Kesimpulannya, kebudayaan fisik ini
merupakan perwujudan kebudayaan yang bersifat konkret, dalam bentuk
materi/artefak.
Berdasarkan penggolongan wujud budaya
tersebut, maka wujud kebudayaan dapat dikelompokkan menjadi : 1)budaya yang
bersifat abstrak dan budaya yang bersifat konkret.
1. Budaya yang bersifat Abstrak
Sebagaimana telah dijelaskan di atas,
budaya yang bersifat abstrak ini letaknya ada di dalam pikiran manusia,
sehingga tidak dapat diraba atau difoto. Karena terwujud sebagai ide, gagasan,
nilai-nilai, norma-norma, peraturanperaturan dan cita-cita. Dengan demikian,
budaya yang bersifat abstrak adalah wujud ideal dari budaya. Ideal disini
berarti sesuatu yang seharusnya atau sesuatu yang diinginkan manusia sebagai
anggota masyarakat yang telah menjadi aturan main bersama.
2. Budaya yang bersifat Konkret
Wujud budaya yang bersifat konkret berpola
dari tindakan atau perbuatan dan aktivitas manusia di dalam masyarakat yang
terlihat secara kasat mata. Sebagaimana disebutkan Koentjaraningrat wujud
budaya konkret ini dengan system social dan fisik, yang terdiri dari :
perilaku, bahasa dan materi.
a. Perilaku
Perilaku adalah cara bertindak atau
bertingkahlaku tertentu dalam situasi tertentu. Setiap perilaku manusia dalam
masyarakat harus mengikuti pola-pola perilaku (patterns of behavior)
masyarakatnya. Pola-pola perilaku adalah cara bertindak seluruh anggota suatu
masyarakat yang mempunyai norma-norma dan kebudayaan yang sama.
Manusia mempunyai aturan main tersendiri
dalam hidupnya di masyarakat, karena itu menurut Rapl Linton dalam mengatur
hubungan antarmanusia diperlukan design for living atau garisgaris
petunjukdalam hidup sebagai bagian budaya, misalnya :
1) apa
yang baik dan buruk, benar-salah, sesuai-tidak sesuai dengan keinginan
(valuational elements) 2) bagaimana orang harus berlaku (priscriptrive
elements) 3) perlu tidaknya diadakan upacara ritual adat atau kepercayaan,
(cognitive elements), misalnya : kelahiran, pernikahan, kematian.
2) b.
Bahasa
Ralph
Linton menyebutkan bahwa salah satu penyebab paling penting dalam
memperlambangkan budaya sampai mencapai tarafnya seperti sekarang ialah bahasa.
Bahasa berfungsi sebagai alat berfikir dan alat berkouminkasi. Tanpa berfikir
dan berkomunikasi kebudayaan sulit ada. Sebagaimana diketahui sebuah pepatah
mengatakan : bahasa menunjukkan bangsa, artinya bahasalah yang mempopulerkan
sebuah bangsa yang tentu saja termasuk didalamnya kebudayaan bangsa tersebut.
Melalui bahasa kebudayaan suatu bangsa dapat dibentuk, dibina, dikembangkan,
serta dapat diwariskan pada generasi mendatang. Bahasa bermanfaat bagi manusia,
bahasa dapat menjelaskan ketidak mengertian manusia akan sesuatu hal. Dengan
demikian bahasa dapat menambah pengetahuan manusia, memperluas cakrawala
pemikiran, melanggengkan kebudayaan.
3) c.
Materi
4) Budaya
materi merupakan hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya manusia dalam
masyarakat. Bentuk materi ini berupa pakaian, alat-alat rumah tangga, alat
produksi, alat transportasi, alat komunikasi, dan sebagainya. Klasifikasi unsur
budaya dari yang kecil hingga yang besar adalah sebagai berikut :
5) 1)
items, unsure yang paling kecil dalam budaya; 2) traits, merupakan gabungan
beberapa unsure terkecil; 3) kompleks budaya, gabungan beberapa dari items dan
trait; 4) aktivitas budaya, merupakan gabungan dari beberapa kompleks budaya.
6) Gabungan
dari beberapa aktivitas budaya menghasilkan unsur-unsur budaya menyeluruh
(cultural universal). Terjadinya unsure budaya tersebut dapat melalui
discovery, yaitu penemuan yang terjadi secara tidak sengaja atau kebetulan,
yang sebelumnya tidak ada. dan invention, yaitu penemuan atau usaha yang disengaja
untuk memperoleh hal-hal baru.
Sistem,
Unsur dan Substansi Budaya
A.
Sistem Budaya
Kata
system berasal dari bahasa Yunani, yaitu systeme yang berartii seperangkat
elemenelemen (bagian-bagian) yang bekerjasama secara teratur.
Konsep
system dapat ditujukan kepada : organisasi, kumpulan, himpunan, organ tubuh dan
seterusnya. Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suatu system, yaitu
system social budaya karena didalam masyarakat itu terdiri dari
individu-individu yang melalku kegiatan, kebiasaan, tata cara sehingga
terbentuk kesatuan. Dengan demikian system social budaya adalah unsure-unsur
social budaya yang saling berkaitan dengan yang lain secara teratur, sehingga
tercipta tata kelakuan yang serasi bagi masyarakatnya.
Sistem
budaya merupakan komponen dari kebudayaan yang bersifat abstrak dan terdiri
dari pikiran-pikiran, gagasan, konsep, serta keyakinan dengan demikian sistem
kebudayaan merupakan bagian dari kebudayaan yang dalam bahasa Indonesia lebih
lazim disebut sebagai adat istiadat. Dalam adat istiadat terdapat juga sistem
norma dan di situlah salah satu fungsi sistem budaya adalah menata serta
menetapkan tindakan-tindakan dan tingkah laku manusia.
Sistem
kebudayaan suatu daerah akan menghasilkan jenis-jenis kebudayaan yang berbeda.
Jenis kebudayaan ini dapat dikelompokan kedalam 2 yaitu:
−
Kebudayaan material. Kebudayaan material antara lain hasil cipta, karsa, yang
berwujud benda, barang alat pengolahan alam, seperti gedung, pabrik, jalan,
rumah dan sebagainya. − Kebudayaan non-material. Merupakan hasil cipta, karsa,
yang benwujud kebiasaan, adat istiadat, ilmu pengetahuan dan sebagainya.
Non-material antara lain adalah : (1) Cara (usage). Proses interaksi yang terus
menerus akan melahirkan pola-pola tertentu yang disebut cara (usage). Norma
yang disebut cara hanya mempunyai kekuatan yang lemah dibanding norma yang
lain. Pelanggaran terhadap norma ini hanya disebut tidak sopan, misalnya makan
sambil berdiri, berdecak, bersendawa, dan sebagainya.
(2)
Volkways (norma kelaziman/kebiasaan). Kebiasaan adalah perbuatan yang
diulang-ulang dalam bentuk sama, merupakan cermin bahwa orang tersebut menyukai
perbuatannya. Contohnya bertutur sopan santun, memberi salam, menghormati orang
tua. Pelanggaran terhadap norma ini akan dianggap sebagai penyimpangan terhadap
kebiasaan masyarakat. Sanksi terhadap pelanggaran ini berupa teguran, sindiran,
dipergunjingkan dan sebagainya yang sifatnya sangsi masyarakat, yang mungkin
dianggap ringan.
(3)
Mores (Norma tata kelakuan / norma kesusilaan). Mores adalah aturan yang
berlandaskan pada apa yang baik dan seharusnya menurut ajaran agama, filsafat
atau nilai kebudayaan. Pelanggaran terhadap usege, folkways hanya akan dianggap
aneh atau tidak sopan, tetapi pelanggaran terhadapan mores akan disebut jahat.
Contoh terhadap mores adalah berzinah. Sanksinya berat, dirajam atau diusir
dari kampung halamannya. Karena sanksinya yang berat mores disebut norma berat.
Fungsi
norma tata kelakuan di masyarakat :
b.
Memberikan batas-batas pada kelakuan individu (berupa perintah dan larangan) c.
Mengidentifikasikan individu dengan kelompoknya (memaksa individu untuk
menyesuaikan perikelakuannya dengan norma yang berlaku) d. Menjaga solidaritas
antaranggota masyarakat (menjaga keutuhan dan kerjasama antaranggota masyarakat).
(4)
Norma adat istiadat (custom).
Tata
kelakuan yang kekal serta kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku
masyarakat dapat mengikat menjadi adat istiadat (costum). Anggota masyarakat
yang melanggar adat istiadat dapat memperoleh sanksi yang berat, misalnya
dikucilkan dari masyarakat. Misal, bercerai adalah suatu aib besar bagi
masyarakat Lampung. Dalam masyarakat sunda perempuan apabila tidak dilamar
dianggap aib, sebaliknya dalam masyarakat Minang perempuanlah yang melamar
laki-laki, dan sebangainya.
(5)
Norma hukum (Laws).
Adalah
suatu norma yang lebih tepat disebut sebagai hukum yang tertulis, meskipun
tidak selalu demikian. Laws adalah suatu rangkaian aturan yang ditujukan kepada
anggota masyarakat yang berisi ketentuan-ketentuan, perintah, kewajiban dan
larangan agar dalam masyarakat tercipta suatu ketertiban dan keadilan. Aturan
ini lazimnya tertulis yang dikodifikasikan dalam bentuk berbagai macam kitab
undangundang, atau tidak tertulis berupa keputusan-keputusan hukum pengadilan
adat. Karena sebagian besar norma hukum adalah tertulis maka sanksinya adalah
yang paling tegas bila dibandingkan dengan norma lain.
(6)
Mode (fashion).
Mode
atau fashion adalah cara dan gaya melakukan dan membuat sesuatu, yang sering
berubah-ubah, serta diikuti orang banyak. Hal terakhir ini merupakan ciri khas
dari mode, yakni sifatnya yang massal. Mode atau fashion tidak hanya tampak
pada cara orang memotong dan menggunakan pakaian, cara mengatur rambut dan
sebagainya, tetapi juga dalam hal mengejar sesuatu yang baru di bidang lain.
Dari mode akan lahir sesuatu yang baru yang bersifat inovatif, misalnya tarian
tradisonal Jawa dielaborasi dengan kesenian Melayu atau Bali akan lahir tarian
kontemporer-moderen, tetapi dari mode juga akan melahirkan sesuatu yang
dianggap aneh oleh masyarakat misalnya rambut dengan gaya funky, dengan dicat
berwarna-warni, yang mungkin nantinya akan dianggap biasa.
Dalam
sistem budaya ini terbentuk unsur-unsur yang paling berkaitan satu dengan
lainnya. Sehingga tercipta tata kelakuan manusia yang terwujud dalam unsur
kebudayaan sebagai satu kesatuan. Berikut akan dijelaskan tentang unsureunsur
kebudayaan tersebut.
B.
Unsur-unsur Kebudayaan
Adanya
perbedaan wujud kebudayaan antara satu budaya dengan budaya lain , disebabkan
karena dalam masyarakat terdiri atas berbagai unsure, baik yang besar maupun
yang kecil yang membentuk satu kesatuan. Ada banyak pendapat tentang unsure-unsur
yang membentuk suatu kebudayaan.
1.
Melville J. Herskovits, unsure-unsur kebudayaan terdiri atas sebagai berikut :
a. alat-alat teknologi b. system ekonomi; c. keluarga; d. kekuasaan politik 2.
Bronislaw Malinowski, menyebutkan unsure-unsur kebudayaan, sebagai berikut : a.
system norma-norma yang memungkinkan kerjasama antar anggota masyarakat agar
menguasai alam sekelilingnya; b. organisasi ekonomi; c. alat-alat dan
lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan, perlu diingat bahwa
keluarga adalah lembiga pendidikan yang utama; d. organisasi kekuatan 3. C.
Kluckhohn, berpendapat bahwa terdapat tujuh unsure kebudayaan yang bersifat
universal (cultural universal), artinya ketujuh unsure ini dapat ditemukan pada
semua kebudayaan bangsa di dunia, yaitu: a. system religi b. system pengetahuan
c. system matapencaharian hidup d. system peralatan hidup atau teknologi e.
organisasi kemasyarakatan f. bahasa g. kesenian
Tiap-tiap
unsur kebudayaan itu dapat diperinci menjadi unsur-unsurnya yang lebih kecil hingga
beberapa kali. Dengan metode Raplh Linton pemerincian dapat dilakukan hingga
empat kali. Karena serupa dengan kebudayaan dalam keseluruhan, setiap unsur
kebudayaan universal itu juga mempunyai tiga wujud, yaitu wujud sistem budaya,
wujud sistem sosial, dan wujud kebudayaan fisik sehingga pemerincian dari
ketujuh unsur tersebut masing-masing harus juga dilakukan mengenai ketiga wujud
tersebut.
Wujud
system budaya dari unsur kebudayaan universal berupa adat dan pada tahap
pertamanya adat dapat diperinci lagi menjadi beberapa kompleks budaya. Kompleks
budaya dapat diperinci lagi menjadi menjadi tema budaya. Akhirnya pada tahap
ketiga tiap tema budaya dapat diperinci dalam gagasan.
SIFAT
KEBUDAYAAN
A.
Sifat-Sifat Budaya
Kendati
kebudayaan yang dimiliki oleh setiap masyarakat itu tidak sama, seperti di
Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang berbeda, tetapi
setiap kebudayaan mempunyai ciri atau sifat yang sama. Sifat tersebut bukan
diartikan secara spesifik, melainkan bersifat universal. Di mana sifat-sifat
budayaitu akan memiliki ciri-ciri yang sama bagi semua kebudayaan manusia tanpa
membedakan faktor ras, lingkungan alam, atau pendidikan. Yaitu sifat hakiki
yang berlaku umum bagi semua budaya dimanapun juga. Sifat hakiki dari kebudayaan
tersebut antara lain:
1)
Budaya terwujud dan tersalurkan dari perilaku manusia. 2) Budaya telah ada
terlebih dahulu daripada lahirnya suatu generasi tertentu dan tidak akan mati
dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan. 3) Budaya diperlukan oleh
manusia dan diwujudkan dalam tingkah lakunya. 4. Budaya mencakup aturan-aturan
yang berisikan kewajiban-kewajiban, tindakan-tindakan yang diterima dan
ditolak, tindakan-tindakan yang dilarang, dan tindakan-tindakan yang diijinkan.
Sifat
hakiki tersebut menjadi ciri setiap budaya. Akan tetapi, apabila seseorang atau
sekelompok orang akan memahami sifat hakiki yang esensial, terlebih dahulu ia
harus memecahkan pertentangan-pertentangan yang ada didalamnya.
B.
Budaya dimiliki Bersama oleh suatu kelompok
Sebagaimana
telah dijelaskan, masyarakat sebagai wadah dan budaya sebagai isi merupakan
kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan merupakan dua komponen yang bersatu.
Setiap masyarakat memiliki budaya dan setiap budaya pasti ada masyarakat yang
memilikinya. Masing-masing masyarakat seringkali memiliki budaya yang bersifat
khas, yaitu hanya dimiliki oleh masyarakat tersebut, misalnya dalam bidang
seni, angklung dan seruling sebagai ciri khas budaya sunda, tari Saman sebaagai
khas tarian Aceh, tari Barong cirri khas tarian Bali, dan sebagainya.
Ciri
khas perbedaan itu disebabkan oleh perbedaan latar belakang masyarakat yang
bersangkutan. Faktor-faktor penyebab perbedaan itu antara lain :
1)
Faktor Alam. Faktor alam atau lingkungan geografis ialah factor letak tata
bumi, iklim, dan factor alam lainnya. Faktor alam ini mempunyai pengaruh yang
besar terhadap pembentukan budaya. Misalnya musik angklung, calung dan suling
pertama kali berasal dari Jawa Barat karena alam Jawa Barat menyediakan banyak
bamboo, sehingga dari bambu terinspirasi menjadi alat musik. Orang yang hidup
di daerah dingin kecendrungan akan membuat dan mengenakan baju yang tebal, kain
wool berasal dari Australia karena disana ditemukan banyak domba, dan
sebagainya. Dengan demikian alam dapat mempengaruhi budaya suatu masyarakat.
2)
Faktor Kebiasaan. Kebiasaan yang ada di suatu masyarakat berbeda satu dengan
yang lainnya, kadangkala apa yang boleh dalam masyarakat tertentu dilarang oleh
masyarakat lain. Misalnya di Jepang mengeluarkan bunyi desis dari mulut
dianggap sebagai tanda
penghargaan
terhadap orang yang mempunyai derajat social yang lebih tinggi, sebaliknya di
Inggris mengeluarkan bunyi desis dari mulut dianggap penghinaan.
3)
Faktor Kedaerahan. Faktor kedaerahan melahirkan budaya-budaya khusus (sub
kultur) pada masyarakat yang tinggal di daerah berlainan satu sama lain.
Misalnya kebiasaan yang berlaku pada masyarakat sunda akan berbeda dengan
kebiasaan yang berlaku pada masyarakat Minahasa, Padang, dan sebagainya.
4)
Pelapisan Sosial. Pelapisan social atau strata social dapat mempengaruhi
perbedaan kebudayaan golongan masyarakat, misalnya dulu golongan ningrat akan
berbeda dalam bertutr kata, berpakaian dengan golongan rakyat biasa, masa
sekarang juga antara kelas menengah ke atas akan berbeda cara bersikap,
bergaul, berpakaian dengan orang kebanyakan.
C.
Kecenderungan Bertahan dan berubahnya Kebudayaan
Kebudayaan
akan terus hidup manakala masyarakat mau mempertahankannya, sebaliknya
kebudayaan akan musnah jika masyarakat tidak lagi menggunakannya. Dalam
mempelajari kebudayaan selalu harus diperhatikan hubungan antara unsur-unsur
yang mempengaruhi budaya itu cenderung bertahan atau berubah dan situasi serta
kondisi yang dialami oleh masyarakat yang bersangkutan.
Unsur-unsur
penyebab kecendrungan bertahannya suatu budaya antara lain:
1)
Unsur Idiologi. Ideologi merupakan kumpulan gagasan, dasar, serta tatanan yang
baik dalam kehidupan masyarakat dan bernegara. Idiologi adalah jiwa dan
kepribadian bangsa yang menyebabkan suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain.
Idiologi digunakan sebagai pedoman hidup suatu bangsa. Dengan demikian unsur
idiologi ini kecendrungan tetap bertahan karena sudah diyakini kebenarannya
oleh suatu masyrakat atau bangsa.
2)
Unsur Kepercayaan / Religi. Semua aktivitas manusia yang berhubungan dengan
kepercayaan / religi didasarkan pada suatu keyakinan akan kebenaran (keimanan).
Oleh karena itu unsure kepercayaan atau religi ini cenderung tetap bertahan
karena menyangkut keyakinan, kepatuhan atau keimanan yang diyakini.
3)
Unsur Seni. Seni adalah sesuatu yang bersifat indah, seni melahirkan cinta
kasih, kasih sayang, kemesraan, pemujaan, baik terhadap Tuhan, maupun terhadap
sesama manusia. Pengungkapan rasa seni dapat melalui musik, tari, lukis,
sastra, dan sebagainya, sebagai hasil cipta, karsa, manusia yang cenderung
bertahan dari masa ke masa.
4)
Unsur Bahasa. Bahasa merupakan alat komunikasi, penghubung suatu maksud antar
manusia, dari bahasa kita dapat mengungkapkan apa yang kita inginkan.Bahasa
kecendrungan tetap berubah dari masa ke masa, meskipun kosa katanya semakin
berkembang, tanpa bahasa manusia tidak dapat berhubungan satu sama lain.
Sedangkan,
unsur-unsur kecendrungan perubahan budaya dikarenakan antara lain:
1)
Unsur mata pencaharian. Mata pencaharian dengan system tradisional cenderung
berubah menjadi suatu system yang lebih maju. Perubahan mencakup system
produksi, distribusi, konsumsi. Perubahan tersebut disebabkan :
(a)
rasa tidak puas terhadap keadaan dan situasi yang ada; (b) sadar akan adanya kekurangan-kekuarangan;
(c)
usaha-usaha menyesuaikan diri dengan perubahan jaman (d) meningkatnya kebutuhan
(e) adanya keinginan untuk neningkatkan taraf hidup (f) sikap terbuka terhadap
hal-hal baru (inovatif)
Dengan
demikian system mata pencaharian hidup cenderung berubah dari masa ke masa,
seiring dengan perubahan jaman, perkembanan ilmu dan teknologi, serta pola
hidup.
2)
Unsur sistem teknologi. Manusia tidak dapat menutup diri dari kemajuan
teknologi karena teknologi sendiri bermaksud memudahkan manusia. Keajuan
teknologi berkembang seiring dengan meningkatnya pengetahuan manusia.
Perkembangan teknologi dapat dilihat dari periodisasi zaman, yaitu zaman batu,
zaman perunggu, zaman besi, dan kini disebut zaman moderen. Dengan demikian
teknologi kecendrungan berubah seiring perkembangan akal dan pengetahuan
manusia.
3) Unsur Pengetahuan.
Sistem pengetahuan manusia mengalami perubahan menjadi ilmu pengetahuan. Ilmu
pengetahuan bertujuan agar manusia lebih mengetahui dan mendalami segi
kehidupan . Oleh karena itu ilmu pengetahuan terus berkembang sesuai dengan
perkembangan dan tingkat keingintahuan manusia. Misalnya ilmupengetahun dulu
menyebutkan Plato adalah sebuah planet, namun kini terbukti bahwa plato
bukanlah sebuah