MEMBUAT GAME EDUKASI FORMAL BAGI PEMBELAJARAN USIA DINI SAMPAI UMUR BALITA
game ini dibuat agar anak usia dini memahami bentuk suatu pembelajaran formal seperti memahami angka, bentuk, suara hewan, serta kosa kata . Pembelajaran ini pula agar usia dini cenderung akan membentuk karakter agar si anak lebih condong memahami alfabet seperti memahami alfabet konsonan maupun lainnya . aplikasi ini juga harus dalam pengawasan pendidik atau orang tua agar si anak(media pelajar) lebih paham akan media video dan gerak gerik praktik (visual media pengajar). di aplikasi ini juga anak akan lebih mudah paham akan pengunaan bahasa yang baik dan benar sehingga terbentuklah karakter anak agar lebih semakin giat belajar dan terus belajar.
Tuesday, 26 December 2017
Thursday, 13 July 2017
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
A. PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu ia menentukan maa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelakan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Dengan demikian pandangan hidup itu bukanlah timbul seketika atau dalam waktu yang yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyataanya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakui kebenaranya. Atas dasar ini manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang disebut padangan hidup.
Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdaarkan asalnya, yaitu terdiri dari 3 macam :
(a) Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenaranya
(b) Pandangan hidup yang berupa ideologi yang diseuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
(c) Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenerannya.
Pandangan hidup pada dasarnya mempunyai unsure-unsur yaitu : cita-cita, kebajikan, usaha,keyakinan/kepercayaan. Cita-cita ialah apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan.Tujuan yang hendak dicapai ialah kebajikan, yaitu segala hal yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai,tentram. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan/kepercayaan. Keyakinan/kepercayaan diukur dengan kemampuan akal, kemampuan jasmana, dan kepercayaan kepada Tuhan.
B. CITA-CITA
Dalam kamus Bear Bahasa Indonesia yang disebutkan cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seorang pada masa mendatang. Dengan demikian cita-cita merupakan masa depan, merupakan pandangan hidup yang akan datang. Pada umunya cita-cita merupakan semacam garis linier yang makin lama makin tinggi, dengan perkataan lain: cita-cita merupakan keinginan harapan, dan tujuan manusia yang makin tinggi tingkatanya.
Dalam cita-cita itu sendiri memiliki faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya cita-cita yang diinginkan, yaitu;
a) Faktor manusia yang mau mencapai cita-cita ditentukan oleh kualitas manusianya. Ada orang yang berkemauan, sehinggan apa yang dicita-citakan tercapai tapi akan sebaliknya bila seorang tidak ada kemuan cita-citanya hanya jadi sebuah imajinasi yang kosong. Akan tetapi cita-cita diperbolehkan setingginya tapi disertai dengan kemauan dengan niat yang tinggi dan hal itu akan terjadi dengan adanya cita-cita menciptakan motivasi hidup akan memperjuangakan apa yang diinginkan
b) Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapainya cita-cita, pada umunya dapat disebut yang menguntungkan dan yang menghambat. Faktor yang menguntungkan merupakan kondisi yang memperlancar tercapai suatu cita-cita, sedangkan faktor yang menghambat merupakan kondisi yang merintangi tercapai suatu cita-cita.
c) Faktor tingginya cita-cita yang merupakan faktor mencapai cita-cita dengan menggapai cita-cita kita harus sadarkan diri kita sampai sejauh mana yang bakal kita capai dengan ita-cita yang ada mekipu ada pepatah gantungkan mimpimu setnggi langit akan tetapi dilain hal ketika kita tak bisa bakal jadi efek yang negatif yang membuat kita menjadi putus asa.
C. KEBAJIKAN
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma – norma agama dan etika.
Untuk melihat apa itu kebajikan, kita harus melihat dari tiga segi, yaitu manusia sebagai mahluk pribadi, manusia sebagai anggota masyarakat dan manusia sebagai mahluk Tuhan.
Sebagai mahluk pribadi, manusia dapat menentukan senditi apa yang baik dan apa yang buruk. Suara hati selalu memilih yang baik, sebab itu ia selalu mendesak orang untuk berbuat yang baik bagi dirinya.
Sebagai anggota masyarakat, maka seseorang juga terikat dengan suara masyarakat. Setiap masyarakat adalah kumpulan pribadi – pribadi, sebagaimana suara hati tiap pribadi selalu menginginkan yang baik.
Sebagai mahluk Tuhan, manusia pun harus mendengarkan perintah Tuhan. Perintah tuhan selalu memerintahkan agar manusia berbuat baik dan menghindari perbuatan yang tidak baik.
D. Usaha / Perjuangan
Usaha / perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita – cita. Setiap manusia harus kerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha / perjuangan. Perjuangan untuk hidup dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha / perjuangan, manusia tidak dapat hidup sempurna. Apabila manusia bercita – cita menjadi kaya, ia harus bekerja keras. Apabila seseorang bercita – cita menjadi ilmuwan, ia harus rajin belajar dan tekun serta memenuhi semua ketentuan akademik.
E. Keyakinan / Kepercayaan Keyakinan / kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Menurut Prof.Dr.Harun Nasution, ada tiga aliran filsafat, yaitu aliran naturalisme, aliran intelektualisme dan aliran gabungan.
Aliran Naturalisme, hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Aliran Intelektualisme, dasar aliran ini adalah logika / akal. Manusia mengutamakan akal, dengan akal manusia berpikir. Mana yang benar menurut akal itulah yang baik walaupun bertentangan dengan hati nurani. Aliran Gabungan, dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal. Kekuata gaib artinya kekuatany yang berasal dari Tuhan (percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan). Sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu.
F. Langkah – Langkah Berpandangan Hidup Yang Baik
Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimana kita memperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada orang bersangkutan. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana mencapai tujuan dan ada pula yang memperlakukan sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya.
Akan tetapi yang terpenting, kita seharusnya mempunyai langkah – langkah berpandangan hidup. Adapun langkah – langkah itu sebagai berikut :
Mengenal, merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktifitas hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup.
Mengerti, yang dimaksud dengan mengerti disini adalah mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri.
Menghayati, dengan menghayati pandangan hidup kita dapat memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup itu sendiri.
Meyakini, merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya.
Mengabdi, pengabdian merupakan suatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima, baik oleh dirinya lebih – lebih orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaat dari tujuan hidup yang kita hayati dan yakini tersebut.
MANUSIA DAN KEADILAN
MANUSIA DAN KEADILAN
Dalam sidang vonis yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (25/3/2013), majelis hakim menjelaskan, terdakwa terbukti melanggar kedua pasal tersebut. Adapun dua pasal itu berisi bahwa pengemudi kendaraan bermotor yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan serta mengakibatkan korban meninggal dunia.
Namun sejak terjadi kecelakaan hingga proses persidangan anak mentri tersebut tidak di penjara yang kabarnya bahwa si tersangka mengalami depresi dan setelah persidangan pun kabarnya pihak keluarga korban sudah mengiklaskan dan menempuh jalur kekeluargaan dan dari pihak tersangka akan menjamin kehidupan keluarga korban. Kasus ini terjadi begitu cepat anak mentri pun tidak terlalu menjadi bulan bulanan omongan masyarakat dan media sosial berbeda dengan kasus tabrakan oleh Afriyani susanti.
kasus penabrakan di Tugu Tani, Afriyani Susanti, 29 tahun, dijatuhi vonis hukuman 15 tahun penjara. Ia dianggap terbukti melanggar Pasal 311 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ia dianggap dengan sengaja mengemudikan kendaraan dalam keadaan yang membahayakan keselamatan orang lain.
Afriyani sejak pada saat proses persidangan hingga menjadi terdakwa pun sudah dipenjara dan menjadi bulan bulanan omongan masyarakat serta di media sosial, hal ini sangatlah berbeda dengan kasus tabrakan yang dilakukan oleh anak menteri. Disini terlihat bahwa adanya ketidak adilan dalam sebuah kasus yang sama.
Makna Keadilan
Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbangantara hak dan kewajiban. Jika kita mengakui hak hidup kita, maka sebaliknya kita wajib mempertahankan hak hidup dengan bekerja keras tanpa merugikan orang lain. Hal ini disebabkan karena orang lain mempunyai hak hidup seperti kita. Jika kita mengakui hak hidup orang lain, kita wajib memberikan kesempatan pada orang lain itu untuk mempertahankan hak hidup mereka sendiri. Jadi keadilan pada pokoknya terletak pada keseimbangan atau keharmonisan antara menuntut hak, dan menjalankan kewajiban.[1][1]
Jika kata adil di telaah dalam Al-Qur’an, keadilan berasal dari akar kata ‘adl, itu, yaitu sesuatu yang benar, sikap tidak memihak, penjagaan hak-hak seseorang dan cara yang tepat dalam mengambil keputusan(“hendaknya kalian menghukumi atau mengambil keputusan atas dasar keadilan).[2][2]
B. Keadilan Sosial
Bung Hatta dalam uraianya mengenai sila “ keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” menulis sebagai berikut: “ keadilan sosial adalah langkah-langkah yang menentukan untuk melaksanakan Indonesia yang adil dan makmur”. Selanjutnya diuraikan bahwa cita-cita keadilan sosial dalam bidang ekonmi ialah dapat mencapai kemakmuran yang merata. langkah-langkah menuju kemakmuran yang merata diuraikan secara terinci.
Berpijak pada catatan perjalanan sejarah bangsa Indonesia dalam melaksanakan amanah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia secara eksplisit terlihat bahwa penegakan keadilan sosial di Indonesia belum memperoleh perhatian yang sungguh-sungguh. Bahkan cenderung selalu terpinggirkan atau hanya menjadi salah satu bagian dari program pembangunan . Padahal tegaknya keadilan sosial akan menjadi pertanda terwujudnya kesejahteraan sosial.
Selanjutnya untuk mewujudkan keadilan sosial itu diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yakni:
1. Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong royong.
2. Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
3. Sikap suka memberi pertolongan kepada orang yang memerlukan.
4. Sikap suka bekerja keras
5. Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat, untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.[3][3]
C. Kejujuran
Jujur atau kejujuran berarti apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya. Jujur berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Jujur berarti pula menepati janji atau menepati kesanggupan, baik yang telah terlahir dalam kata-kata maupun yang masih didalam hati (niat).
Pada hakikatnya jujur atau kejujuran ditandai oleh kesadaran moral yang tinggi, kesadaran pengakuan akan adanya hak dan kewajiban, serta adanya rasa takut terhadap dosa kepada Tuhan.[4][4] Berbagai hal yang menyebabkan orang berbuat tidak jujur, mungkin karena tidak rela, pengaruh lingkungan, dan lain-lain.
D. Kecurangan
Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran. Curang atau kecurangan artinya apa yang dikatakan tidak sesuai dengan hati nuraninya, atau juga dari hati nurani orang tersebut yang memang ingin berlaku curang, dengan maksud agar mendapat keuntungan.[5][5]
E. Pemulihan Nama Baik
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang atau tetangga di sekitarnya adalah sesuatu kebanggaan batin yang tidak ternilai harganya.
Pada hakikatnya, pemulihan nama baik ialah kesadaran manusia akan segala kesalahannya, bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan akhlak. Untuk memulihkan nama baik, manusia harus bertaubat, atau meminta maaf. Taubat dan minta maaf tidak hanya dibibir saja, melainkan harus buktikan dengan perbuatannya.[6][6]
F. Pembalasan
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan oran lain. reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang.
Telah dijelaskan dalam Al-Qur’an bahwa Allah akan mengadakan pembalasan bagi yang bertaqwa dan bagi yang mengingkari perintahNya akan mendapat balasan yang seimbang yaitu siksaan neraka.
Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat, sebaliknya pergaulan yang penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahat pula.[7][7]
G. Manusia dan Keadilan
Keadilan adalah sesuatu yang selalu menjadi dambaan setiap orang. Keadilan selalu berhubungan dengan hak dan kewajiban.Ukuran keadilan ditentukan oleh soal hak dan kewajiban. Hak adalah sesuatu yang menjadi milik atau harus diterima setelah orang yang bersangkutan melaksanakan kewajiban yang menjadi tugasnya.Kewajiban atau tugas adalah pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh seseorang sesuai dengan profesi atau jabatanya.
Berbuat adil berarti menghargai atau menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Berbuat tidak adil berarti menginjak-injak harkat martabat manusia, sebab dengan berbuat demikian ada manusia yang dirugikan. Berbuat demikian berarti menganggap manusia lain lebih rendah , padahal hakikatnya manusia itu sama.
H. Contoh Kasus
Kasus kecelakaan dengan korban dua orang tewas yang melibatkan Rasyid Amrullah Rajasa (22), putra bungsu Menteri Koordinator Perekonomian RI, Hatta Rajasa, usai sudah. Rasyid telah terbukti melanggar dua pasal, yakni Pasal 310 Ayat (2) dan Pasal 310 Ayat (4) Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Nomor 22 Tahun 2009.Dalam sidang vonis yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (25/3/2013), majelis hakim menjelaskan, terdakwa terbukti melanggar kedua pasal tersebut. Adapun dua pasal itu berisi bahwa pengemudi kendaraan bermotor yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan serta mengakibatkan korban meninggal dunia.
Namun sejak terjadi kecelakaan hingga proses persidangan anak mentri tersebut tidak di penjara yang kabarnya bahwa si tersangka mengalami depresi dan setelah persidangan pun kabarnya pihak keluarga korban sudah mengiklaskan dan menempuh jalur kekeluargaan dan dari pihak tersangka akan menjamin kehidupan keluarga korban. Kasus ini terjadi begitu cepat anak mentri pun tidak terlalu menjadi bulan bulanan omongan masyarakat dan media sosial berbeda dengan kasus tabrakan oleh Afriyani susanti.
kasus penabrakan di Tugu Tani, Afriyani Susanti, 29 tahun, dijatuhi vonis hukuman 15 tahun penjara. Ia dianggap terbukti melanggar Pasal 311 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ia dianggap dengan sengaja mengemudikan kendaraan dalam keadaan yang membahayakan keselamatan orang lain.
Afriyani sejak pada saat proses persidangan hingga menjadi terdakwa pun sudah dipenjara dan menjadi bulan bulanan omongan masyarakat serta di media sosial, hal ini sangatlah berbeda dengan kasus tabrakan yang dilakukan oleh anak menteri. Disini terlihat bahwa adanya ketidak adilan dalam sebuah kasus yang sama.
MANUSIA DAN PENDERITAAN
MANUSIA DAN PENDERITAAN
SIKSAAN
PENGERTIAN PENDERITAAN
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dara artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan.
Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan.
Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan liku liku kehidupan manusia. Penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah diatasi dengan cara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya, sedangkan penderitaan psikis, penyembuhan nya terletak paa kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang dihadapinya.
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Siksaan yang sifatnya psikis bisa berupa : kebimbangan, kesepian, ketakutan. Ketakutan yang berlebih-lebihan yang tidak pada tempatnya disebut phobia.banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan antara lain : claustrophobia dan agoraphobia, gamang, ketakutan, kesakitan, kegagalan.
Para ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Sebaliknya ahli-ahli yang merawat tingkah lakupercaya bahwa suatu phobia adalah problem nya dan tidak perlu menemukan sebab-sebabnya supaya mendapatkan perawatan dan pengobatan. Kebanyakan ahli setuju bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karena si penderita hidup dalam keadaan ketakutan terus menerus, membuat keadaan si penderita sepuluh kali lebih parah.
KEKALUTAN MENTAL
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar.
Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
1. nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
2. nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
1. Gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohani.
2. Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif
3. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang 3bersangkutan mengalami gangguan.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :
1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
2. Terjadinya konflik sosial budaya.
3. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.
Proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya kearah positif dan negatif.
Positif; trauma jiwa yang dialami dijawab dengan baik sebgai usaha agar tetap survey dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut, ataupun melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam hidupnya.
Negatif; trauma yang dialami diperlarutkan sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapai nya apa yang diinginkan.
Bentuk frustrasi antara lain :
1. Agresi berupa kemarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadi hipertensi atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya.
2. Regresi adalah kembali pada pola perilaku yang primitif atau ke kanak-kanakan
3. Fiksasi; adalah peletakan pembatasan pada satu pola yang sama (tetap) misalnya dengan membisu.
4. Proyeksi; merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif kepada orang lain.
5. Identifikasi; adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya
6. Narsisme; adalah self love yang berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari paa orang lain.
7. Autisme; ialah menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, ia puas dengan fantasi nya sendiri yang dapat menjurus ke sifat yang sinting.
Penderitaan kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
1. kota – kota besar
2. anak-anak muda usia
3. wanita
4. orang yang tidak beragama
5. orang yang terlalu mengejar materi
Apabila kita kelompokan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
1. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
2. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negative. Sikap negative misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, atau ingin bunuh diri. Kelanjutan dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, mislanya anti kawin atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup, dan sebagainya. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin timbul sikap keras atau sikap anti. Misalnya sifat anti kawin paksa, ia berjuang menentang kawin paksa, dan lain lain.
PENYEBAB MUNCULNYA PENDERITAAN
Penderitaan yang muncul karena perbuatan buruk manusia
Menurut pandangan saya, penderitaan ini muncul disebabkan hubungan antara manusia dengan lingkungan sekitarnya baik dengan antar sesama manusia ataupun dengan alam. Penderitaan ini dapat muncul karena ketidak harmonisan antara elemen satu dengan yang lainnya. contohnya pada hubungan dalam bermasyarakat, ada kalanya didalam bermasyarakat terdapat perbedaan pendapat yang dapat menimbulkan perselisihan diantara satu dengan yang lainnya, hal ini bisa saja mengakibatkan timbulnya rasa dengki, marah, bahkan saling menuduh atau menjelek-jelekan. dari sinilah penderitaan muncul karena perbuatan saling tidak menyukai tersebut. dalam hal ini, penderitaan yang dialami adalah penderitaan secara batin karena terdapat rasa sakit hati apabila ada seseorang yang menjelek-jelekan bahkan rasa itu bisa saja semakin sakit apabila sudah terjadi pertengkaran yang membuat hubungan didalam masyarakat sudah tidak ada rasa nyaman dan aman. Selain karena ketidak harmonisan dengan sesama, ketidak harmonisan dengan alam juga dapat membawa penderitaan. contohnya apa yang sedang terjadi saat ini yaitu bencana alam terjadi dimana-mana. karena kesalahan manusia terhadap alam lah yang membuat alam menjadi tidak bersahabat lagi dengan manusia maka muncul lah penderitaan pada setiap orang yang terkena bencana alam. penderitaan yang dialami adalah penderitaan secara fisik dan batin, karena mereka yang terkena bencana alam harus rela kehilangan harta benda bahkan keluarga mereka.
Penderitaan yang muncul karena suatu penyakit/siksaan
Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal, dan optimism dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu. Banyak contoh kasus penderitaan semacam ini dialami manusia. Beberapa kasus penderitaan dapat diungkapkan berikut ini : Seorang anak lelaki buta sejak diahirkan, diasuh dengan tabah oleh orang tuanya. Ia disekolahkan, kecerdasannya luar biasa. Walaupun ia tidak dapat melihat dengan mata hatinya terang benderang. Karena kecerdasannya, ia memperoleh pendidikan sampai di universitas dan akhirnya memperoleh gelar doctor di Universitas Sourbone Perancis. Dia adalah Prof.Dr. Thaha Husen, guru besar Universitas di Kairo, Mesir.
HUBUNGAN MANUSIA DAN PENDERITAAN
Allah adalah pencipta segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Dialah yang maha kuasa atas segala yang ada isi jagad raya ini. Beliau menciptakan mahluk yang bernyawa dan tak bernyawa. Allah tetap kekal dan tak pernah terikat dengan penderitaan.
Mahluk bernyawa memiliki sifat ingin tepenuhi segala hasrat dan keinginannya. Perlu di pahami mahluk hidup selalu membutuhkan pembaharuan dalam diri, seperti memerlukan bahan pangan untuk kelangsungan hidup, membutuh air dan udara. Dan membutuhkan penyegaran rohani berupa ketenangan. Apa bila tidak terpenuhi manusia akan mengalami penderitaan. Dan bila sengaja tidak di penuhi manusia telah melakukang penganiayaan. Namun bila hasrat menjadi patokan untuk selalu di penuhi akan membawa pada kesesatan yang berujung pada penderitaan kekal di akhirat.
Manusia sebagai mahluk yang berakal dan berfikir, tidak hanya menggunakan insting namun juga pemikirannya dan perasaanya. Tidak hanya naluri namun juga nurani.
Manusia diciptakan sebagai mahluk yang paling mulia namun manusia tidak dapat berdiri sendiri secara mutlah. Manusia perlu menjaga dirinya dan selalu mengharapkan perlindungan kepada penciptanya. Manusia kadang kala mengalami kesusahan dalam penghidupanya, dan terkadang sakit jasmaninya akibat tidak dapat memenuhi penghidupanya.
Manusia memerlukan rasa aman agar dirinya terhidar dari penyiksaan. Karena bila tidak dapat memenuhi rasa aman manusia akan mengalami rasa sakit. Manusia selau berusaha memahami kehendak Allah, karena bila hanya memenuhi kehendak untuk mencapai hasrat, walau tidak menderita didunia, namun sikap memenuhi kehendak hanya akan membawa pada pintu-pintu kesesatan dan membawa pada penyiksaan didalam neraka.
Manusia didunia melakukan kenikmatan berlebihan akan membawa pada penderitaan dan rasa sakit. Muncul penyakit jasmani juga terkadang muncul dari penyakit rohani. Manusia mendapat penyiksaan di dunia agar kembali pada jalan Allah dan menyadari kesalahanya. Namun bila manusia tidak menyadari malah semakin menjauhkan diri maka akan membawa pada pederitaan di akhirat.
Banyak yang salah kaprah dalam menyikapi penderitaan. Ada yang menganhap sebagai menikmati rasa sakit sehingga tidak beranjak dari kesesatan. Sangat terlihat penderitaan memiliki kaitan dengan kehidupan manusia berupa siksaan, kemudian rasa sakit, yang terkadang membuat manusia mengalami kekalutan mental. Apa bila manusia tidak mampu melewati proses tersebut dengan ketabahan, di akherat kelak dapat menggiring manusia pada penyiksaan yang pedih di dalam neraka. Adapun akan lebih jelas akan dibahas sebagai berikut.
BIOGRAFI LEGENDA WAYNE ROONEY
Biografi
legendaris wayne
rooney
Biografi Wayne Rooney. Nama lengkapnya Wayne Mark Rooney, ia Lahir pada
tanggal 28 Oktober 1985, Rooney dibesarkan di pinggiran kota Liverpool disebut Croxteth, tempat ia dan
kedua saudaranya mengenyam pendidikan di De La Salle School. Rooney merupakan ujung
tombak atau Penyerang (striker) dari klub inggris, Manchester United (Red Devils) dan Timnas Inggris (The
Three Lions). Sebagai pemain, Rooney tidak hanya punya skill,
kecepatan dan feeling gol yang tinggi, tetapi juga kekuatan fisiknya sangat
prima. menggunakan nomor punggung 10 di MU, dan menggunakan nomor punggung 9 di Timnas Inggris.
Rooney memulai karirnya bersama klub Everton, bergabung dengan
tim muda mereka pada usia sepuluh tahun dan kemudian terus naik pangkat setelah
itu. Dia membuat debut profesional pada tahun 2002 dan gol pertamanya membuatnya menjadi pencetak gol termuda
dalam sejarah Liga Premier pada saat itu. Dia bisa dengan cepat menjadi bagian
dari tim utama Everton, menghabiskan dua musim di klub Merseyside. Sebelum awal Musim 2004-05 ia pindah ke Manchester United seharga £ 25.6
juta dan menjadi
pemain kunci tim utama mereka. Ia telah bermain selama 65 kali di Everton dan
mencetak 15 gol selama 2 tahun kariernya di Everton.
Wayne Rooney bersinar di Old Trafford pada September 2004, ketika melakukan
debut pertamanya di setan merah dan menjaringkan hattrick ke gawang Fenerbahce. Moment ini
sangat spesial dan tak terlupakan, dan
langsung melejit menjadi idola Old Traford. Kepindahannya dari Everton bukan
sekedar penampilan gemilangnya di Everton, tetapi mengingat usia yang masih
muda, bakat, kemampuan mencetak goalnya. Roney memang sudah menjadi target
United sejak lama sejak berusia 19 tahun. Debut pertamanya di Old Traford Rooney terbilang
sukses besar. Dia mengakhiri musim dengan 19 gol dalam 48
pertandingan. Permainan gemilangnya di United membuat namanya mendapat tempat
utama di tim nasional Inggris. Sven Gorran Erikson bahkan sampai memujinya sebagai Pelenya Inggris. Meskipun dalam
piala dunia 2006 Inggris terbilang tidak sukses, namun kecemerlangan Roney
berlanjut di kompetisi lokal. Dia dan United berhasil merebut Piala Carling.
Musim tahun 2007/08 kehadiran Cristiano Ronaldo sempat mencuri perhatian publik united dan pemberitaan tentang united, namun Rooney tetap konsisten dengan penampilan dan kesetiannya serta mampu menyumbangkan 18 gol di premier league, dan empat goal di level Eropa. Kehadiran tiga trio maut Roney,Tevez dan C.Ronaldo adalah salah satu faktor kunci setan merah dalam merengkuh titel 'Premier League dan kemenangan ganda di Liga Champions.
Musim tahun 2007/08 kehadiran Cristiano Ronaldo sempat mencuri perhatian publik united dan pemberitaan tentang united, namun Rooney tetap konsisten dengan penampilan dan kesetiannya serta mampu menyumbangkan 18 gol di premier league, dan empat goal di level Eropa. Kehadiran tiga trio maut Roney,Tevez dan C.Ronaldo adalah salah satu faktor kunci setan merah dalam merengkuh titel 'Premier League dan kemenangan ganda di Liga Champions.
Suami dari Coleen McLoughlin ini terkenal tamperemental. Gaya mainnya ngotot. Pada
Piala Dunia 2010 di Jerman, ia cedera menjelang akhir turnamen. Tahun 2000/10
Roney mendapat penghargaan individu sebagai “player of the Year oleh PFA (Asosiasi pemain profesional). Pada Bulan
Oktober 2010 ia menandatangani kontrak baru selama lima tahun yang menjamin
masa depannya di Manchaster United.
Pada Piala Dunia 2006 di
Jerman, Rooney tampil di bawah form. Ia dikartu merah akibat perseteruan dengan
rekan setimnya di Man United, Cristiano Ronaldo saat Inggris dikalahkan
Portugal pada perempat final. Setelah performa Inggris yang mengecewakan
sehingga gagal lolos Piala Eropa 2008, Rooney kembali tampil pada Piala Dunia
2010 di Afrika Selatan. Meski begitu, ia gagal mencetak satu gol pun dan
Inggris tersingkir pada babak 16 besar.
Rooney juga hanya tampil 2 kali
dan mencetak 1 gol pada Piala Eropa 2012. Hal ini tak lepas dari hukuman UEFA
atas tindakan tidak sportif Rooney saat dikartu merah melawan Montenegro pada
babak kualifikasi terakhir. Meski kerap tampil mengecewakan pada turnamen-turnamen
besar, Rooney masih mampu mencetak total 31 gol dari 77 pertandingan hingga
akhir 2012. Meski begitu, Ia sukses menjadi top skorer sepanjang sejarah timnas
Inggris.
BIODATA WAYNE ROONEY
Nama lengkap : Wayne Mark Rooney
Julukan : Wazza, Shrek
Tanggal lahir : 24 Oktober 1985
Tempat lahir : Croxteth, Liverpool, Inggris
Kebangsaan : Inggris
Tinggi : 178 cm
Posisi : Penyerang, Gelandang Serang
Klub : Manchester United
Karier Klub :
2002–2004 Everton
2004- 2017 Manchester United
2017 - ….. Everton
Tim Nasional :
2000-2001 Inggris U-15
2001-2002 Inggris U-17
2002-2003 Inggris U-19
2003–… Inggris
Prestasi Tim :
Premier League 5x (2006-07,
2007-08, 2008-09, 2010-11, 2012-13)
FA Cup 1x (2015-16)
League Cup 2x (2005-06,
2009-10)
Community Shield 4x (2007,
2010, 2011, 2016)
UEFA Champions League 1x
(2007-08)
FIFA Club World Cup 1x (2008)
Prestasi Individu :
PFA Players’ Player of The Year
(2009-10)
PFA Young Player of The Year
(2004-05, 2005-06)
PFA Fans’ Player of The Year
(2005-06, 2009-10)
FWA Footballer of The Year
(2009-10)
Goal of The Season (2004-05,
2006-07, 2010-11)
Bravo Award (2003)
Golden Boy Award (2004)
FIFPro World Young Player of
The Year (2004-05)
Barclays Player of The Year
(2009-10)
FIFA Club World Cup Golden Ball
(2008)
England Player of The Year
(2008, 2009, 2014, 2015)
Best Goal of 20 Years Premier
League
Wednesday, 29 March 2017
MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
PENGERTIAN TENTANG ARTI ILMU BUDAYA DASAR
DAN TUJUANNYA
A.PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR
Ilmu budaya dasar adalah pengetahuan yang
diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang
langkah-langkah yang dikembangkan menjadi masalah manusia dan kebudayaan.
Ilmu budaya dasar dikembangkan di neara
indonesia sebgai penganti istilah “ Basic Humanities” dan beristilah
‘Humanities yang artinya manusia yang berbudaya dan halus, kalau manusia
mempelajari “Humanities” manusia akan lebih mulia/manusiawi. bahkan sadar tak
sardar malaikat mengakui kemulian ( terdapat didalam al-quran).
Untuk mengetahui ilmu budaya dasar sebagai
kelompok ilmu penetahyan oleh Prof.Dr.Harsya Bachtiar yang mengatakan bahwa
ilmu dan pengetahuan dikelompokkan menjadi 3(tiga), yaitu :
1. 1.
Ilmu-ilmu Alamiah ( natural science )
Ilmu yang bertujuan
mengetahui keteraturan hukum yang terdapat di alam semesta ini, ilmu ini
menentukan analisis yang digeneralisasikan untuk mencari prediksi. Ilmu
ini tidak mungkin 100% benar dan 100% salah, kelompok ilmu alamiah yaitu :
astronomi,fisika,kimia,biologi,kedokteran dan mekanik
1. 2.
Ilmu-ilmu Social ( social science )
Ilmu yangmempelajari
interaksi/hubungan antara manusia. Dan ilmu ini tidak mungkin 100% benar, hampir
mendekati kebenarannya,kelompok ilmu sosiologi yaitu :
sosiologi,politik,demografi,psikologi,antropologi sosial,sosiologi hukum.
1. 3.
Pengetahuan budaya (the humanities)
Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami
dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. dalam hal ini,
metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pernyatan-pernyataan yang
bersifat unik diunakan dan kemudian diberi arti. Pada umumnya semua itu
terdapat tulisan-tulisan dan tidak ad sangkut pautnya dengan metode yang
bersifat ilmiah
B. TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR
Tujuan
belajar ilmu budaya dasar untuk membentuk pola pemikiran manusia lebih kritis
dalam suatu permasalahan dan melatih cara berkomunikasi antar satu sama lain.
Di samping itu bisa membangun mahasiswa agar menjadi calom pemimpin bangsa dan
negara yang di siplin dan menjunjung nilai-nilai kebudayaan negaranya sendiri.
Ilmu budaya dasar
bertujuan untuk mengenal dirinya sendiri lebih dalam maupun orang lain yang ia
kenal luarnya saja
§ Mengenal perilaku diri sendiri maupun perilaku
orang lain
§ Untuk pergaulan hidup dimasyarakat luas
§ Tidak terjerumus ke sifat-sifat kedaerahan dan
sifat-sifat kekotaan
§ Memiliku pemikiran dan penglihatan yang jelas
serta yang mendasar serta menghargai budaya yang ada disekitarnya dan ikut
melestarikan budaya nenek moyang leluhur kita
§ Peka terhadap masalah-masalah pemikiran
perasaan serta prilaku dan ketentuan manusia yang diciptakannya.
Diharapkan seseorang yang mempelajari ilmu
budaya dasar ini dapat membangun minat dan kebiasaan tentang sesuatu yang
terjadi sekitar lingkunannya dan dimana saja, menelan apa yang ia kerjakaan dan
mengapa ia lakukan. Dan harapan orang yang mempelajari ini dapat memiliki
keberanian moral untuk mempertanggung jawabkan nilai-nilai yang ia pertahankan
dan dapat menerimanya.
Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Berbagai aspek kehidupan mansusia merupakan seluruh ungakapan
masalah kemanusiaan dan budaya dang didekati menggunakan pengetahuan budaya
(the humanities). Hakekat manusia yang satu atau universal, tetapi yang
beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
Perwujudan Kebudayaan
Beberapa ilmuwan seperti Talcott Parson
(Sosiolog) dan Al Kroeber (Antropolog) menganjurkan untuk membedakan wujud
kebudayaan secara tajam sebagai suatu sistem. Di mana wujud kebudayaan itu
adalah sebagai suatu rangkaian tindakan dan aktivitas manusia yang berpola.
Demikian pula J.J. Hogmann dalam bukunya The World of Man (1959) membagi budaya
dalam tiga wujud, yaitu : ideas, activities, and artifact. Sejalan dengan
pikiran para ahli tersebut, Koentjaraningrat mengemukakan bahwa kebudayaan itu
dibagi atau digolongkan dalam tiga wujud, yaitu :
1) Wujud sebagai suatu kompleks dari
ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, dan peraturan.
Wujud tersebut menunjukkan wujud ide dari
kebudayaan, sifatnya abstrak, tak dapat diraba, dipegang, ataupun difoto, dan
tempatnya ada di alam pikiran warga masyarakat di mana kebudayaan yang
bersangkutan itu hidup. Kebudayaan ideal ini disebut pula tata kelakuan, hal
ini menunjukkan bahwa budaya ideal mempunyai fungsi mengatur, mengendalikan,
dan memberi arah kepada tindakan, kelakuan dan perbuatan manusia dalam
masyarakat sebagai sopan santun. Kebudayaan ideal ini dapat disebut adat atau
adat istiadat, yang sekarang banyak disimpan dalam arsip, tape recorder,
komputer.
Kesimpulannya, budaya ideal ini adalah
merupakan perwujudan dan kebudayaan yang bersifat abstrak.
2) Wujud kebudayaan sebagai suatu komplek
aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat.
Wujud tersebut dinamakan sistem sosial,
karena rnenyangkut tindakan dan kelakuan berpola dari manusia itu sendiri.
Wujud ini bisa diobservasi, difoto dan didokumentasikan karena dalam sistem
sosial ini terdapat aktivitas-- aktivitas manusia yang berinteraksi dan
berhubungan serta
bergaul satu dengan lainnya dalam
masyarakat. Lebih jelasnya tampak dalam bentuk perilaku dan bahasa pada saat
mereka berinteraksi dalam pergaulan hidup sehari-hari di masyarakat.
Kesimpulannya, sistem sosial ini merupakan
perwujudan kebudayaan yang bersifat konkret, dalam bentuk perilaku dan bahasa.
3) Wujud kebudayaan sebagai benda-benda
hasil karya manusia.
Wujud yang terakhir ini disebut pula
kebudayaan fisik. Dimana wujud budaya ini hampir seluruhnya merupakan hasil
fisik (aktivitas perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat). Sifatnya
paling konkret dan berupa benda-- benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat
dan difoto yang berujud besar ataupun kecil.
Contohnya : candi Borobudur (besar), baju,
dan jarum jahit (kecil), teknik bangunan Misalnya cara pembuatan tembok dengan
pondasi rumah yang berbeda bergantung pada kondisi.
Kesimpulannya, kebudayaan fisik ini
merupakan perwujudan kebudayaan yang bersifat konkret, dalam bentuk
materi/artefak.
Berdasarkan penggolongan wujud budaya
tersebut, maka wujud kebudayaan dapat dikelompokkan menjadi : 1)budaya yang
bersifat abstrak dan budaya yang bersifat konkret.
1. Budaya yang bersifat Abstrak
Sebagaimana telah dijelaskan di atas,
budaya yang bersifat abstrak ini letaknya ada di dalam pikiran manusia,
sehingga tidak dapat diraba atau difoto. Karena terwujud sebagai ide, gagasan,
nilai-nilai, norma-norma, peraturanperaturan dan cita-cita. Dengan demikian,
budaya yang bersifat abstrak adalah wujud ideal dari budaya. Ideal disini
berarti sesuatu yang seharusnya atau sesuatu yang diinginkan manusia sebagai
anggota masyarakat yang telah menjadi aturan main bersama.
2. Budaya yang bersifat Konkret
Wujud budaya yang bersifat konkret berpola
dari tindakan atau perbuatan dan aktivitas manusia di dalam masyarakat yang
terlihat secara kasat mata. Sebagaimana disebutkan Koentjaraningrat wujud
budaya konkret ini dengan system social dan fisik, yang terdiri dari :
perilaku, bahasa dan materi.
a. Perilaku
Perilaku adalah cara bertindak atau
bertingkahlaku tertentu dalam situasi tertentu. Setiap perilaku manusia dalam
masyarakat harus mengikuti pola-pola perilaku (patterns of behavior)
masyarakatnya. Pola-pola perilaku adalah cara bertindak seluruh anggota suatu
masyarakat yang mempunyai norma-norma dan kebudayaan yang sama.
Manusia mempunyai aturan main tersendiri
dalam hidupnya di masyarakat, karena itu menurut Rapl Linton dalam mengatur
hubungan antarmanusia diperlukan design for living atau garisgaris
petunjukdalam hidup sebagai bagian budaya, misalnya :
1) apa
yang baik dan buruk, benar-salah, sesuai-tidak sesuai dengan keinginan
(valuational elements) 2) bagaimana orang harus berlaku (priscriptrive
elements) 3) perlu tidaknya diadakan upacara ritual adat atau kepercayaan,
(cognitive elements), misalnya : kelahiran, pernikahan, kematian.
2) b.
Bahasa
Ralph
Linton menyebutkan bahwa salah satu penyebab paling penting dalam
memperlambangkan budaya sampai mencapai tarafnya seperti sekarang ialah bahasa.
Bahasa berfungsi sebagai alat berfikir dan alat berkouminkasi. Tanpa berfikir
dan berkomunikasi kebudayaan sulit ada. Sebagaimana diketahui sebuah pepatah
mengatakan : bahasa menunjukkan bangsa, artinya bahasalah yang mempopulerkan
sebuah bangsa yang tentu saja termasuk didalamnya kebudayaan bangsa tersebut.
Melalui bahasa kebudayaan suatu bangsa dapat dibentuk, dibina, dikembangkan,
serta dapat diwariskan pada generasi mendatang. Bahasa bermanfaat bagi manusia,
bahasa dapat menjelaskan ketidak mengertian manusia akan sesuatu hal. Dengan
demikian bahasa dapat menambah pengetahuan manusia, memperluas cakrawala
pemikiran, melanggengkan kebudayaan.
3) c.
Materi
4) Budaya
materi merupakan hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya manusia dalam
masyarakat. Bentuk materi ini berupa pakaian, alat-alat rumah tangga, alat
produksi, alat transportasi, alat komunikasi, dan sebagainya. Klasifikasi unsur
budaya dari yang kecil hingga yang besar adalah sebagai berikut :
5) 1)
items, unsure yang paling kecil dalam budaya; 2) traits, merupakan gabungan
beberapa unsure terkecil; 3) kompleks budaya, gabungan beberapa dari items dan
trait; 4) aktivitas budaya, merupakan gabungan dari beberapa kompleks budaya.
6) Gabungan
dari beberapa aktivitas budaya menghasilkan unsur-unsur budaya menyeluruh
(cultural universal). Terjadinya unsure budaya tersebut dapat melalui
discovery, yaitu penemuan yang terjadi secara tidak sengaja atau kebetulan,
yang sebelumnya tidak ada. dan invention, yaitu penemuan atau usaha yang disengaja
untuk memperoleh hal-hal baru.
Sistem,
Unsur dan Substansi Budaya
A.
Sistem Budaya
Kata
system berasal dari bahasa Yunani, yaitu systeme yang berartii seperangkat
elemenelemen (bagian-bagian) yang bekerjasama secara teratur.
Konsep
system dapat ditujukan kepada : organisasi, kumpulan, himpunan, organ tubuh dan
seterusnya. Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suatu system, yaitu
system social budaya karena didalam masyarakat itu terdiri dari
individu-individu yang melalku kegiatan, kebiasaan, tata cara sehingga
terbentuk kesatuan. Dengan demikian system social budaya adalah unsure-unsur
social budaya yang saling berkaitan dengan yang lain secara teratur, sehingga
tercipta tata kelakuan yang serasi bagi masyarakatnya.
Sistem
budaya merupakan komponen dari kebudayaan yang bersifat abstrak dan terdiri
dari pikiran-pikiran, gagasan, konsep, serta keyakinan dengan demikian sistem
kebudayaan merupakan bagian dari kebudayaan yang dalam bahasa Indonesia lebih
lazim disebut sebagai adat istiadat. Dalam adat istiadat terdapat juga sistem
norma dan di situlah salah satu fungsi sistem budaya adalah menata serta
menetapkan tindakan-tindakan dan tingkah laku manusia.
Sistem
kebudayaan suatu daerah akan menghasilkan jenis-jenis kebudayaan yang berbeda.
Jenis kebudayaan ini dapat dikelompokan kedalam 2 yaitu:
−
Kebudayaan material. Kebudayaan material antara lain hasil cipta, karsa, yang
berwujud benda, barang alat pengolahan alam, seperti gedung, pabrik, jalan,
rumah dan sebagainya. − Kebudayaan non-material. Merupakan hasil cipta, karsa,
yang benwujud kebiasaan, adat istiadat, ilmu pengetahuan dan sebagainya.
Non-material antara lain adalah : (1) Cara (usage). Proses interaksi yang terus
menerus akan melahirkan pola-pola tertentu yang disebut cara (usage). Norma
yang disebut cara hanya mempunyai kekuatan yang lemah dibanding norma yang
lain. Pelanggaran terhadap norma ini hanya disebut tidak sopan, misalnya makan
sambil berdiri, berdecak, bersendawa, dan sebagainya.
(2)
Volkways (norma kelaziman/kebiasaan). Kebiasaan adalah perbuatan yang
diulang-ulang dalam bentuk sama, merupakan cermin bahwa orang tersebut menyukai
perbuatannya. Contohnya bertutur sopan santun, memberi salam, menghormati orang
tua. Pelanggaran terhadap norma ini akan dianggap sebagai penyimpangan terhadap
kebiasaan masyarakat. Sanksi terhadap pelanggaran ini berupa teguran, sindiran,
dipergunjingkan dan sebagainya yang sifatnya sangsi masyarakat, yang mungkin
dianggap ringan.
(3)
Mores (Norma tata kelakuan / norma kesusilaan). Mores adalah aturan yang
berlandaskan pada apa yang baik dan seharusnya menurut ajaran agama, filsafat
atau nilai kebudayaan. Pelanggaran terhadap usege, folkways hanya akan dianggap
aneh atau tidak sopan, tetapi pelanggaran terhadapan mores akan disebut jahat.
Contoh terhadap mores adalah berzinah. Sanksinya berat, dirajam atau diusir
dari kampung halamannya. Karena sanksinya yang berat mores disebut norma berat.
Fungsi
norma tata kelakuan di masyarakat :
b.
Memberikan batas-batas pada kelakuan individu (berupa perintah dan larangan) c.
Mengidentifikasikan individu dengan kelompoknya (memaksa individu untuk
menyesuaikan perikelakuannya dengan norma yang berlaku) d. Menjaga solidaritas
antaranggota masyarakat (menjaga keutuhan dan kerjasama antaranggota masyarakat).
(4)
Norma adat istiadat (custom).
Tata
kelakuan yang kekal serta kuat integrasinya dengan pola-pola perilaku
masyarakat dapat mengikat menjadi adat istiadat (costum). Anggota masyarakat
yang melanggar adat istiadat dapat memperoleh sanksi yang berat, misalnya
dikucilkan dari masyarakat. Misal, bercerai adalah suatu aib besar bagi
masyarakat Lampung. Dalam masyarakat sunda perempuan apabila tidak dilamar
dianggap aib, sebaliknya dalam masyarakat Minang perempuanlah yang melamar
laki-laki, dan sebangainya.
(5)
Norma hukum (Laws).
Adalah
suatu norma yang lebih tepat disebut sebagai hukum yang tertulis, meskipun
tidak selalu demikian. Laws adalah suatu rangkaian aturan yang ditujukan kepada
anggota masyarakat yang berisi ketentuan-ketentuan, perintah, kewajiban dan
larangan agar dalam masyarakat tercipta suatu ketertiban dan keadilan. Aturan
ini lazimnya tertulis yang dikodifikasikan dalam bentuk berbagai macam kitab
undangundang, atau tidak tertulis berupa keputusan-keputusan hukum pengadilan
adat. Karena sebagian besar norma hukum adalah tertulis maka sanksinya adalah
yang paling tegas bila dibandingkan dengan norma lain.
(6)
Mode (fashion).
Mode
atau fashion adalah cara dan gaya melakukan dan membuat sesuatu, yang sering
berubah-ubah, serta diikuti orang banyak. Hal terakhir ini merupakan ciri khas
dari mode, yakni sifatnya yang massal. Mode atau fashion tidak hanya tampak
pada cara orang memotong dan menggunakan pakaian, cara mengatur rambut dan
sebagainya, tetapi juga dalam hal mengejar sesuatu yang baru di bidang lain.
Dari mode akan lahir sesuatu yang baru yang bersifat inovatif, misalnya tarian
tradisonal Jawa dielaborasi dengan kesenian Melayu atau Bali akan lahir tarian
kontemporer-moderen, tetapi dari mode juga akan melahirkan sesuatu yang
dianggap aneh oleh masyarakat misalnya rambut dengan gaya funky, dengan dicat
berwarna-warni, yang mungkin nantinya akan dianggap biasa.
Dalam
sistem budaya ini terbentuk unsur-unsur yang paling berkaitan satu dengan
lainnya. Sehingga tercipta tata kelakuan manusia yang terwujud dalam unsur
kebudayaan sebagai satu kesatuan. Berikut akan dijelaskan tentang unsureunsur
kebudayaan tersebut.
B.
Unsur-unsur Kebudayaan
Adanya
perbedaan wujud kebudayaan antara satu budaya dengan budaya lain , disebabkan
karena dalam masyarakat terdiri atas berbagai unsure, baik yang besar maupun
yang kecil yang membentuk satu kesatuan. Ada banyak pendapat tentang unsure-unsur
yang membentuk suatu kebudayaan.
1.
Melville J. Herskovits, unsure-unsur kebudayaan terdiri atas sebagai berikut :
a. alat-alat teknologi b. system ekonomi; c. keluarga; d. kekuasaan politik 2.
Bronislaw Malinowski, menyebutkan unsure-unsur kebudayaan, sebagai berikut : a.
system norma-norma yang memungkinkan kerjasama antar anggota masyarakat agar
menguasai alam sekelilingnya; b. organisasi ekonomi; c. alat-alat dan
lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan, perlu diingat bahwa
keluarga adalah lembiga pendidikan yang utama; d. organisasi kekuatan 3. C.
Kluckhohn, berpendapat bahwa terdapat tujuh unsure kebudayaan yang bersifat
universal (cultural universal), artinya ketujuh unsure ini dapat ditemukan pada
semua kebudayaan bangsa di dunia, yaitu: a. system religi b. system pengetahuan
c. system matapencaharian hidup d. system peralatan hidup atau teknologi e.
organisasi kemasyarakatan f. bahasa g. kesenian
Tiap-tiap
unsur kebudayaan itu dapat diperinci menjadi unsur-unsurnya yang lebih kecil hingga
beberapa kali. Dengan metode Raplh Linton pemerincian dapat dilakukan hingga
empat kali. Karena serupa dengan kebudayaan dalam keseluruhan, setiap unsur
kebudayaan universal itu juga mempunyai tiga wujud, yaitu wujud sistem budaya,
wujud sistem sosial, dan wujud kebudayaan fisik sehingga pemerincian dari
ketujuh unsur tersebut masing-masing harus juga dilakukan mengenai ketiga wujud
tersebut.
Wujud
system budaya dari unsur kebudayaan universal berupa adat dan pada tahap
pertamanya adat dapat diperinci lagi menjadi beberapa kompleks budaya. Kompleks
budaya dapat diperinci lagi menjadi menjadi tema budaya. Akhirnya pada tahap
ketiga tiap tema budaya dapat diperinci dalam gagasan.
SIFAT
KEBUDAYAAN
A.
Sifat-Sifat Budaya
Kendati
kebudayaan yang dimiliki oleh setiap masyarakat itu tidak sama, seperti di
Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang berbeda, tetapi
setiap kebudayaan mempunyai ciri atau sifat yang sama. Sifat tersebut bukan
diartikan secara spesifik, melainkan bersifat universal. Di mana sifat-sifat
budayaitu akan memiliki ciri-ciri yang sama bagi semua kebudayaan manusia tanpa
membedakan faktor ras, lingkungan alam, atau pendidikan. Yaitu sifat hakiki
yang berlaku umum bagi semua budaya dimanapun juga. Sifat hakiki dari kebudayaan
tersebut antara lain:
1)
Budaya terwujud dan tersalurkan dari perilaku manusia. 2) Budaya telah ada
terlebih dahulu daripada lahirnya suatu generasi tertentu dan tidak akan mati
dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan. 3) Budaya diperlukan oleh
manusia dan diwujudkan dalam tingkah lakunya. 4. Budaya mencakup aturan-aturan
yang berisikan kewajiban-kewajiban, tindakan-tindakan yang diterima dan
ditolak, tindakan-tindakan yang dilarang, dan tindakan-tindakan yang diijinkan.
Sifat
hakiki tersebut menjadi ciri setiap budaya. Akan tetapi, apabila seseorang atau
sekelompok orang akan memahami sifat hakiki yang esensial, terlebih dahulu ia
harus memecahkan pertentangan-pertentangan yang ada didalamnya.
B.
Budaya dimiliki Bersama oleh suatu kelompok
Sebagaimana
telah dijelaskan, masyarakat sebagai wadah dan budaya sebagai isi merupakan
kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan merupakan dua komponen yang bersatu.
Setiap masyarakat memiliki budaya dan setiap budaya pasti ada masyarakat yang
memilikinya. Masing-masing masyarakat seringkali memiliki budaya yang bersifat
khas, yaitu hanya dimiliki oleh masyarakat tersebut, misalnya dalam bidang
seni, angklung dan seruling sebagai ciri khas budaya sunda, tari Saman sebaagai
khas tarian Aceh, tari Barong cirri khas tarian Bali, dan sebagainya.
Ciri
khas perbedaan itu disebabkan oleh perbedaan latar belakang masyarakat yang
bersangkutan. Faktor-faktor penyebab perbedaan itu antara lain :
1)
Faktor Alam. Faktor alam atau lingkungan geografis ialah factor letak tata
bumi, iklim, dan factor alam lainnya. Faktor alam ini mempunyai pengaruh yang
besar terhadap pembentukan budaya. Misalnya musik angklung, calung dan suling
pertama kali berasal dari Jawa Barat karena alam Jawa Barat menyediakan banyak
bamboo, sehingga dari bambu terinspirasi menjadi alat musik. Orang yang hidup
di daerah dingin kecendrungan akan membuat dan mengenakan baju yang tebal, kain
wool berasal dari Australia karena disana ditemukan banyak domba, dan
sebagainya. Dengan demikian alam dapat mempengaruhi budaya suatu masyarakat.
2)
Faktor Kebiasaan. Kebiasaan yang ada di suatu masyarakat berbeda satu dengan
yang lainnya, kadangkala apa yang boleh dalam masyarakat tertentu dilarang oleh
masyarakat lain. Misalnya di Jepang mengeluarkan bunyi desis dari mulut
dianggap sebagai tanda
penghargaan
terhadap orang yang mempunyai derajat social yang lebih tinggi, sebaliknya di
Inggris mengeluarkan bunyi desis dari mulut dianggap penghinaan.
3)
Faktor Kedaerahan. Faktor kedaerahan melahirkan budaya-budaya khusus (sub
kultur) pada masyarakat yang tinggal di daerah berlainan satu sama lain.
Misalnya kebiasaan yang berlaku pada masyarakat sunda akan berbeda dengan
kebiasaan yang berlaku pada masyarakat Minahasa, Padang, dan sebagainya.
4)
Pelapisan Sosial. Pelapisan social atau strata social dapat mempengaruhi
perbedaan kebudayaan golongan masyarakat, misalnya dulu golongan ningrat akan
berbeda dalam bertutr kata, berpakaian dengan golongan rakyat biasa, masa
sekarang juga antara kelas menengah ke atas akan berbeda cara bersikap,
bergaul, berpakaian dengan orang kebanyakan.
C.
Kecenderungan Bertahan dan berubahnya Kebudayaan
Kebudayaan
akan terus hidup manakala masyarakat mau mempertahankannya, sebaliknya
kebudayaan akan musnah jika masyarakat tidak lagi menggunakannya. Dalam
mempelajari kebudayaan selalu harus diperhatikan hubungan antara unsur-unsur
yang mempengaruhi budaya itu cenderung bertahan atau berubah dan situasi serta
kondisi yang dialami oleh masyarakat yang bersangkutan.
Unsur-unsur
penyebab kecendrungan bertahannya suatu budaya antara lain:
1)
Unsur Idiologi. Ideologi merupakan kumpulan gagasan, dasar, serta tatanan yang
baik dalam kehidupan masyarakat dan bernegara. Idiologi adalah jiwa dan
kepribadian bangsa yang menyebabkan suatu bangsa berbeda dengan bangsa lain.
Idiologi digunakan sebagai pedoman hidup suatu bangsa. Dengan demikian unsur
idiologi ini kecendrungan tetap bertahan karena sudah diyakini kebenarannya
oleh suatu masyrakat atau bangsa.
2)
Unsur Kepercayaan / Religi. Semua aktivitas manusia yang berhubungan dengan
kepercayaan / religi didasarkan pada suatu keyakinan akan kebenaran (keimanan).
Oleh karena itu unsure kepercayaan atau religi ini cenderung tetap bertahan
karena menyangkut keyakinan, kepatuhan atau keimanan yang diyakini.
3)
Unsur Seni. Seni adalah sesuatu yang bersifat indah, seni melahirkan cinta
kasih, kasih sayang, kemesraan, pemujaan, baik terhadap Tuhan, maupun terhadap
sesama manusia. Pengungkapan rasa seni dapat melalui musik, tari, lukis,
sastra, dan sebagainya, sebagai hasil cipta, karsa, manusia yang cenderung
bertahan dari masa ke masa.
4)
Unsur Bahasa. Bahasa merupakan alat komunikasi, penghubung suatu maksud antar
manusia, dari bahasa kita dapat mengungkapkan apa yang kita inginkan.Bahasa
kecendrungan tetap berubah dari masa ke masa, meskipun kosa katanya semakin
berkembang, tanpa bahasa manusia tidak dapat berhubungan satu sama lain.
Sedangkan,
unsur-unsur kecendrungan perubahan budaya dikarenakan antara lain:
1)
Unsur mata pencaharian. Mata pencaharian dengan system tradisional cenderung
berubah menjadi suatu system yang lebih maju. Perubahan mencakup system
produksi, distribusi, konsumsi. Perubahan tersebut disebabkan :
(a)
rasa tidak puas terhadap keadaan dan situasi yang ada; (b) sadar akan adanya kekurangan-kekuarangan;
(c)
usaha-usaha menyesuaikan diri dengan perubahan jaman (d) meningkatnya kebutuhan
(e) adanya keinginan untuk neningkatkan taraf hidup (f) sikap terbuka terhadap
hal-hal baru (inovatif)
Dengan
demikian system mata pencaharian hidup cenderung berubah dari masa ke masa,
seiring dengan perubahan jaman, perkembanan ilmu dan teknologi, serta pola
hidup.
2)
Unsur sistem teknologi. Manusia tidak dapat menutup diri dari kemajuan
teknologi karena teknologi sendiri bermaksud memudahkan manusia. Keajuan
teknologi berkembang seiring dengan meningkatnya pengetahuan manusia.
Perkembangan teknologi dapat dilihat dari periodisasi zaman, yaitu zaman batu,
zaman perunggu, zaman besi, dan kini disebut zaman moderen. Dengan demikian
teknologi kecendrungan berubah seiring perkembangan akal dan pengetahuan
manusia.
3) Unsur Pengetahuan.
Sistem pengetahuan manusia mengalami perubahan menjadi ilmu pengetahuan. Ilmu
pengetahuan bertujuan agar manusia lebih mengetahui dan mendalami segi
kehidupan . Oleh karena itu ilmu pengetahuan terus berkembang sesuai dengan
perkembangan dan tingkat keingintahuan manusia. Misalnya ilmupengetahun dulu
menyebutkan Plato adalah sebuah planet, namun kini terbukti bahwa plato
bukanlah sebuah
Subscribe to:
Comments (Atom)