Tuesday, 8 November 2016

GAP SOSIAL EKONOMI DALAM PERTEMANAN




Kita akan membahas tentang kesenjangan sosial ekonomi dalam pertemanan , sebelum keiintinya kita mulai dari "Apa sih pertemanan ??" banyak orang yang bingung mendekripsikan apa itu pertemanan. Pertemanan adalah suatu hubungan yang terjalin antara 2 orang atau lebih. Yang kita ketahui bahwa manusia itu adalah mahkluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian dan membutuhkan bantuan orang lain atau saling membutuhkan satu sama lain, sehingga hubungan pertemanan sangatlah penting. Pertemanan dapat terjalin dengan siapapun dan dimanapun karena menjalin pertemanan tidak mengenal waktu dan tempat oleh karena itu menjalin hubungan pertemanan dapat terjadi dimana saja dan kapan saja.Walaupun pertemanan memiliki konteks yang bagus , akan tetapi ada GAP (kesenjangan) sosial ekonomi dalam pertemanan.


Apa sih GAP sosial ekonomi ?? 

GAP sosial ekonomi adalah gejala yang timbul didalam masyarakat karena adanya perbedaan batas kemampuan finansial dan yang lainnya diantara masyarakat yang hidup disebuah lingkungan / wilayah tertentu.

Salah satu contoh GAP sosial ekonomi dalam pertemanan , ada kelompok orang dari kalangan ekonomi tinggi dan dalam kelompok tersebut semuanya berpendapatan atau mempunyai ekonomi (finansial ) yang sangat baik , dan ada juga kelompok orang dari kalangan ekonomi menengah ataupun bawah yang dalam kelompoknya tersebut semuanya memiliki kemampuan finansial yang sama. Dalam konteks ini kita bisa menyimpulkan bahwa , kebanyakan orang berteman dengan yang setara dengannya dan ada juga yang sungkan atau minder berteman dengan orang yang tingkatan ekonominya lebih baik darinya.


Tapi dalam hal ini pertemanan sendiri seperti dibentengi oleh yang namanya kesenjangan sosial ekonomi , seperti banyak kalangan atas (berfinansial lebih dari cukup) hanya berteman dengan yang sederajat dengannya atau pun sebaliknya untuk yang kalangan menengah - bawah ( berfinansial cukup ) hanya berteman dengan yang sederajat dan mereka memandang bahwa tidak mungkin berteman dengan kalangan atas atau sebaliknya. Seharusnya konteks ini harus kita hapuskan dalam diri kita , bahwa kita berteman dengan siapa saja tidak memandang jabatan maupun pangkat. Karena kita sebagai mahkluk yang bersosialisasi bisa berteman dengan siapa saja. Kita harus bisa memutuskan berteman dengan siapa , dan semua itu balik lagi dari diri kita masing - masing. 

No comments:

Post a Comment